Tidak
mudah menjadi saya.
Percayalah...
saya sudah menelan pahitnya kenyataan sejak usia saya masih berdigit tunggal.
Kau tahu apa yang lebih telak pahitnya?
Saya ikut berpura-pura seperti kalian
Bedanya ; kalian berpura-pura untuk menyembunyikan kenyataan yang dipikir saya tak tahu dan saya berpura - pura menyembunyikan kenyataan yang saya sudah tahu.
Kau tahu rasanya berpura-pura waras?
Menebar senyum bahagia layaknya manusia tak tahu diri yang di otaknya hanya mencari bagaimana cara untuk bersenang-senang
Itulah saya yang kalian lihat bukan?
Banyak hal yang terpendam, yang saya kunyah pahitnya, lalu saya telan dan saya muntahkan, setelahnya saya kunyah lagi. Begitu siklusnya
Aku sadar sendiri aku sudah menjadi gila
Tapi kalian tidak, aku masih dianggap anak manis yang tak tahu diri.
Percayalah...
saya sudah menelan pahitnya kenyataan sejak usia saya masih berdigit tunggal.
Kau tahu apa yang lebih telak pahitnya?
Saya ikut berpura-pura seperti kalian
Bedanya ; kalian berpura-pura untuk menyembunyikan kenyataan yang dipikir saya tak tahu dan saya berpura - pura menyembunyikan kenyataan yang saya sudah tahu.
Kau tahu rasanya berpura-pura waras?
Menebar senyum bahagia layaknya manusia tak tahu diri yang di otaknya hanya mencari bagaimana cara untuk bersenang-senang
Itulah saya yang kalian lihat bukan?
Banyak hal yang terpendam, yang saya kunyah pahitnya, lalu saya telan dan saya muntahkan, setelahnya saya kunyah lagi. Begitu siklusnya
Aku sadar sendiri aku sudah menjadi gila
Tapi kalian tidak, aku masih dianggap anak manis yang tak tahu diri.
No comments:
Post a Comment