Tuesday, October 16, 2018

ALMARHUMAH FIKTIF


Bu biarkan aku bernalam hari ini

Ku isi kau dengan kata suram nan muram

Bu empat kuartal sudah

Bisa ku pastikan kau tak pernah tidur tenang

Bu aku masih berulang alik pada bait kepergian mu

Terlepoh jiwa hari demi hari tak jua membaik

Bu sudahlah tak perlu naik turuni tangga bekas rumah mu lagi

Kau tak Lelah kah lihat duka yang sama dibilik kamar ku?

Bu  kau senang duduk dibangku putar sembari memandang mantan lelakimu

ia sedang asik bercumbu dengan pion pionnya, sedang kau asik diam tampak pasi

bu kami jarang akur, aku yang acuh dan ia yang ripuh

aku masih melebur dengan kemalangan ku dan ia yang tak pernah lihat kesenduan mataku

bu berhentilah, terlalu lama kau terlena dengan Kematian fiktifmu itu, lekas bangun

aku mulai penat menebar senyum berisi kepalsuan

bu aku tidak punya rasa menyesal atas siapa dan apa yang meninggalkan dan ditinggalkan

karna penyesalan tumpah deras pada hatimu yang mati!

Bu kita sama terperangkap tapi pada ruang yang berbeda

Ruang ku lebih mati dan sunyi

Bu mereka buta. Bahwasanya hanya merekalah tempatku berobat

Aku tak punya peluk yang bisa ku bahasi dengan hiruk pikuk keripuhan ku

Bu hidupku pun mati beriring dengan kematian mu

Mimpi mimpiku larut mati terbenam tak ada yang peduli

Bu ini nalam berselimut lara dariku, kupastikan ini bukan yang terakhir karena luka tak tau kapan mengering.

Denyut doaku untukmu takkan berhenti berdetak, akan tetap bergema pada ruang hampamu

No comments:

Post a Comment

DIRI

  Terima kasih diri. Rintang kehidupan memang tidak selalu tenang, kau rangkul dengan segala badainya